Tutorial Hidroponik KIR SAVAL di BAIS
Advanced Search
Salah satu program SMA N 1 Padalarang (SMANSAVAL) Kabupaten Bandung Barat sebagai Sekolah Rujukan yaitu menyelenggarakan Sekolah Pendidikan Kerjasama (SPK) dengan sekolah lain yang bertaraf internasional. Sekolah yang bertaraf internasional ini salah satunya adalah Bandung Alliance Intercultural School yang berlokasi di Kota Baru Parahyangan Bandung Barat.
Program SPK ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antara SMANSAVAL dengan BAIS dalam berbagai bidang.
Salah satunya adalah kerja sama dengan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja dalam bidang bercocok tanam Hidroponik. Kegiatan berhidroponik ini telah berlangsung kurang lebih 3 tahun di SAVAL dan mendapat apresiasi sangat positif dari pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.
Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA N 1 Padalarang yang beranggotakan Rizky Anggara, Fakhrurrozy, Rakha DBS, dan Afif M.Y bersama pembina KIR, Rika Andriani, M.PMat juga guru Biologi, Salahudin Irsyad, S.Pd mengadakan kunjungan ke BAIS.
Di sana, tim KIR SAVAL disambut dengan sangat bersahabat oleh Kepala Sekolah, Mr. Karl J. Nielsen, Wakil Kepala bidang Hubungan Masyarakat, Miss Gladya Melisa, dan Guru Sains, Mrs. Jana Dickman.
Tim KIR dipersilakan masuk ke kelas 12 Enviromental Sains yang jumlahnya kurang lebih 10 orang. Kelas ini merupakan kelas yang seluruh siswanya, tentu saja yang sangat berminat pada dunia sains.
Kegiatan yang dilakukan oleh tim KIR tersebut diisi dengan presentasi mengenai cara bercocok tanam dengan metode hidroponik.
Presentasi dimulai oleh Rizky Anggara, siswa kelas XI MIPA 10. Dia mengawali presentasi mengenai sejarah hidroponik dan dilanjutkan dengan menyampaikan metode bertanam hidroponik ini.
Metode ini memiliki 2 sistem. Sistem pertama dinamakan sistem Wick atau Statis. Dalam sistem ini, memiliki beberapa keuntungan berupa bahan-bahan yang diperlukan tidaklah rumit dan tidak membutuhkan banyak tempat.
Selain keuntungan, ternyata sistem ini pun memiliki kelemahan. Kelemahannya berupa nutrisi dalam air akan mengendap di dasar wadah atau tempat tanaman hidroponik ini ditanam. Selain itu, kadar oksigen lebih sedikit dibanding dengan sistem yang mengalir (DFT).
Sistem/metode yang ke-2 yaitu sistem DFT atau Deep Flow Technic. Sistem yang mengalirkan air dari wadah/bak ke paralon yang berisi tanaman.
Keuntungan sistem yang ke-2 ini, antara lain tanaman lebih banyak mendapat oksigen dan tidak menjadi sarang nyamuk serta bila listrik mati, tanaman ini masih dapat mendapat pasokan air.
Sementara kelemahan sistem ini berupa kadar oksigen lebih sedikit dibanding yang NFT (Nutrient Film Technic) serta bahan-bahan sulit dibuat.
Selesai Rizky presentasi, dilanjutkan oleh Fakhrurrozy, siswa kelas XI MIPA 4. Dia menyampaikan tentang bahan-bahan yang dibutuhkan untuk berhidroponik, antara lain rockwool, netpot, kain panel, bak, paralon, sejumlah biji/benih tanaman (bayam, kale, selada, kangkung, dsb), serta nutrisi hidroponik.
Kemudian, Ozy, panggilan akrab Fakhrurrozy, menyampaikan tentang cara menyemai benih hidroponik. Dimulai dari penanaman biji/benih ke media tanam rockwool yang telah diberi air dan dilubangi sedalam 0,1 cm. Lalu, rockwool disimpan di tempat yang lembab dan ditutup dengan kantong plastik hitam. Selanjutnya, tunggu hingga 2-3 hari sampai biji/benih pecah dan mengeluarkan tunas. Setelah tumbuh tunas, pindahkan benih tersebut ke netpot dan disimpan di bawah sinar matahari.
Selanjutnya Rakha, siswa kelas XI MIPA 8 menegaskan kembali tentang metode DFT (Deep Flow Technic). Metode ini menggunakan paralon (pipa PVC) yang dialiri air.
Keuntungan metode ini seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu tanaman akan tetap hidup jika terjadi pemadaman listrik. Hal tersebut dikarenakan masih ada genangan air dalam pipa paralon.
Hal itu pula yang membedakan antara metode ini dengan metode NFT (Nutrient Film Technic) yang akan langsung kering jika terjadi pemadaman listrik. Namun, metode ini pun memiliki kekurangan dalam penerapannya, yaitu kadar oksigen lebih sedikit dari metode NFT.
Hal menarik yang diapresiasi oleh pembina dan tim KIR SAVAL pada kegiatan ini, yaitu sikap dan penerimaan Kepala Sekolah BAIS, Mr. Karl J. Nielsen yang selama beberapa saat turut hadir dalam kegiatan ini hingga beliau pun menghadirkan putrinya yang menimba ilmu di sana.
Sikap yang sama pun ditunjukkan oleh guru sainsnya, Mrs. Jana Dickman, Wakasek bidang Humas, Miss Gladya Melisa, dan para siswa yang begitu antusias menyimak paparan yang disampaikan. Meski para siswa BAIS ini terdiri dari berbagai suku bangsa, dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, namun mereka mencoba untuk memahaminya. Mereka, para siswa BAIS ini, memang mempelajari bahasa Indonesia yang dijadikan sebagai mata pelajaran wajib.
Dan, yang tak kalah menarik, para presenter dari SAVAL pun sesekali mengeluarkan "jurus jitunya" menyampaikan paparannya dalam bahasa Inggris.
Dialog pun berlangsung sangat komunikatif. Beberapa siswa diberikan kesempatan oleh tim KIR untuk mengaplikasikan hasil dari menyimak materi hidroponik ini.
Rizky, Ozy, dan Rakha tak segan untuk menjelaskan kembali pada mereka tentang paparan yang telah disampaikan, seperti mengukur kadar ppm dan ph yang dibutuhkan kangkung sekira 1.050 -1.400 ppm, 5,5 - 6,5 ph, dan masa tanam sampai masa panen yang membutuhkan waktu 25 hari.
Dialog interaktif pun terjalin di antara mereka. Suasana begitu akrab. Tak segan-segan, para siswa, Mrs. Jana Dickman, dan Miss Gladya pun turut bertukar pikiran dengan pembina KIR SAVAL dan para presenter. Menurut Miss Gladya, kegiatan ekstrakuriler karya ilmiah di BAIS belumlah terbentuk.
Akhirnya tim KIR SAVAL mengakhiri presentasi mereka dengan menghadiahi BAIS sejumlah hasil tanaman hidroponik yang menurut Miss cantik nan ramah ini, Gladya, akan segera dimasak.
Sebagai penutup, dilakukan sesi berfoto bersama.
Semoga, program Sekolah Pendidikan Kerjasama SMAN 1 Padalarang dengan BAIS ini terus terjalin dan terwujud dalam bidang apa pun di masa mendatang.
Deni Nurzaman
Pustakawan SMA N 1 Padalarang
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog